Sejarah Desa

27 Januari 2024
Dibaca 167 Kali
Sejarah Desa

Diceritakan pada awalnya ada seorang laki-laki bernama Ulumudin bersama istrinya yang bernama Nyai Jikha yang berasal dari Desa Takeran. Bersamaan dengan pegawainya (Pangon) untuk mengurus hewan peliharaannya berupa kerbau. Mereka bertempat tinggal di daerah Tologoden (daerah Cangaan paling barat). Namun pada musim kemarau, persediaan air di daerah tologoden tidak mencukupi untuk kebutuhan keseharian keluarga tersebut. Pada akhirnya pasangan suami istri tersebut beserta pangonnya berhijrah ke daerah Taman, yang mana di tempat tersebut ada sebuah pohon yang sangat besar dengan diameter kurang lebih 3 depo. Sejarah nama Desa Cangaan berawal dari pohon tersebut yang menjadi tempat tinggal satwa burung Cangak.

Burung Cangak merupakan salah satu burung jenis Kuntul-kuntulan. Burung cangak dewasa memiliki ukuran tubuh yang besar dengan warna abu-abu pucat, bagian kepala dan lehernya berwarna putih, serta memiliki kedok hitam di belakang mata yang memanjang ke belakang membentuk guratan lengkung yang halus. Burung cangak abu hidupnya secara berkoloni atau berkumpul dengan yang lain. Kadang juga berkumpul dengan jenis kuntul lainnya. Sehingga pohon dengan ukuran yang besar menjadi salah satu pilihan tempat tinggal burung Cangak tersebut. Pada akhirnya pohon tersebut menjadi tempat tinggal dimana burung Cangak tersebut di setiap harinya membawa makanan ke pohon tersebut yang mana akhirnya lambat laun des aini dinamakan Desa Cangaan.

Adapun kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut:

  1. Rojo Joyo Tanjis (tahun 1928 s.d 1956),    
  2. Usman (tahun 1956 s.d 1991.) ,
  3. Laili Thohir, S Pd (tahun 1991 s.d 1999.)
  4. Fakhrur Rozi, S Pd (tahun 1999.s.d 2013.),  
  5. Sulianan, SH (tahun 2013 s.d 2019),
  6. Fakhrur Rozi, S Pd (tahun 2019 s.d 2025)